Sabtu, 12 Januari 2013

makalah farmakognosi jarak bali

BAB II
PEMBAHASAN


JARAK BALI (Jatropha podagrica Hook.)
Klasifikasi ilmiah :
Kerajaan: Plantae
Filum: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Famili: Euphorbiaceae
Upafamili: Acalyphoideae
Bangsa: Acalypheae
Upabangsa:
Ricininae
Genus:
Ricinus

Tanaman ini dapat ditemukan sebagai tanaman hias, yang ditanam di pekarangan atau tempat rekreasi. Asalnya, dari Amerika tropis. Perdu tegak, tinggi 0,5- 1,5 m, bergetah warna putih, batang tunggal atau sedikit bercabang, dengan pangkal batang yang membesar dan melembung seperti umbi. Daun bertangkai yang panjangnya 20-30 cm, helai daun bangun perisai, bentuknya bulat telur melebar dengan ukuran penampang 20-40 cm, bercangap 3 atau 5, taju runcing atau membulat. Bunga dalam malai rata yang bertangkai panjang, dengan bunga betina dan bunga jantan dalam satu tangkai, warnanya merah oranye. Buah bentuk elips melebar, berkendaga tiga, panjang 1,5 cm. Biji lonjong atau bulat panjang.



Nama Lokal :
Jarak batang gajah.



SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Manis, pahit, dingin. Menghilangkan sakit (analgetik), menghilangkan pembengkakan, menghilangkan racun dan membersihkan panas.
Tanaman Jarak Bali obat demam, bengkak terpukul.



BAGIAN YANG DIPAKAI :
Seluruh tanaman



KEGUNAAN :
  • Demam
  • Bengkak terpukul
  • Digigit ular berbisa
  • Tanaman hias



PEMAKAIAN :
  • Luka memar
Untuk minum: 10-15 g direbus. Ampasnya digunakan untuk ditempelkan pada tempat yang sakit.
  • Demam
    Gunakan 2-3 helai daun jarak yang diolesi minyak kelapa baru, daunnya dipanaskan diatas api kompor sekitar 1-2 menit, setelah merata panasnya, letakkan pada perut maupun punggung .
  • Tanaman hias
    Tanam pohon perdu jarak bali di dalam sebuah pot dan letakan di perkarangan rumah.























BAB III
KESIMPULAN

Salah satu khasiat yang paling menakjubkan adalah daun jarak ini bisa menjadi penawar racun dari binatang-binatang berbisa, seperti ular, kalajengking dan sebagainya. Cara ini sering dipakai di beberapa negara seperti Trinidad & Tobago jika sedang berburu lalu terpatuk ular atau tergigit kalajengking.
Menurut http://www.iptek.net.id) , Memiliki rasa Manis, pahit, dingin. Menghilangkan sakit (analgetik), menghilangkan pembengkakan, menghilangkan racun dan membersihkan panas.



































BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia telah mengenal dan menggunakan tanaman sebagai obat. Kemampuan meracik tumbuhan berkhasiat obat biasanya di dapat berdasarkan pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun. Umumnya obat tradisional digunakan dengan cara direbus, dimakan langsung, ataupun diperas untuk diambil sarinya. Pemanfaatan bahan alam sebagai obat cenderung mengalami peningkatan dengan adanya kesadaran untuk kembali ke alam (back tonature) untuk mencapai kesehatan yang optimal. Menurut Sugianti(2005), keuntungan penggunaan tanaman sebagai obat tradisional antara lain relatif lebih aman, mudah diperoleh, tidak menimbulkan resistensi,dan relatif tidak berbahaya terhadap lingkungan sekitarnya. Obat tradisional memiliki efek samping yang jauh lebih rendah tingkat bahayanya dibandingkan obat-obatan modern, sehingga tubuh manusia relatif lebih mudah menerimanya.Tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional bisa berupa buah, sayur mayur, bumbu dapur, tanaman hias dan bahkan tanaman liar yang tumbuh di sembarang tempat. Salah satu tanaman yang dapat dipakai sebagai obat tradisional adalah Jarak Bali (Jatropha podagrica Hook.)
Jarak bali merupakan salah satu tanaman liar yang mudah tumbuh di daerah tropis. Semua bagian tanaman ini dapat digunakan sebagai pengobatan. Tanaman Jarak Bali memiliki beberapa kandungan kimia . Masyarakat pada umumnya menggunakan Jarak Bali untuk menyembuhkan demam, memar akibat terpukul dan menetralisir bisa ular

2. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk:
  1. Mengetahui dan memahami tentang Jarak Bali yang terkandung di dalamnya
  2. Mengetahui dan memahami khasiat dan kandungan Jarak Bali







DAFTAR PUSTAKA
Lestari, Ratna Dwi. Pohon Jarak. Percik Yunior Edisi 6. Oktober 2008. ISSN 1978-5429 Lestari, Ratna Dwi. Pohon Jarak. Percik Yunior Edisi 6. Oktober 2008. ISSN 1978-5429
http://www.iptek.net.id
http://anekakhasiat.blogspot.com/2012/07/khasiat-daun-jarak-penawar-bisa-ular.html
















































































iii




KATA PENGANTAR


Segala puji hanya kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah farmakognosi yang berjudul Jarak bali. Penulisan makalah ini telah mendapat bantuan dari berbagai pihak,oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1.Orang tua tercinta yang telah memberikan do’a, motivasi dan materiil kepada saya.
2.Ibu Dra.Magdalena sebagai dosen pembimbing yang dengan sabar memberikan motivasi bimbingan.

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan bagi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya.




Jakarta , 10 januari 2013
Penulis

(Meliana Diah Utami)



























i


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR_______________________________________________ i
DAFTAR ISI______________________________________________________ ii
BAB I PENDAHULUAN____________________________________________ 1
BABA II PEMBAHASAN___________________________________________ 2
BAB III KESIMPULAN_____________________________________________ 4
DAFTAR PUSTAKA________________________________________________ iii
















































i